Jollibee memulai perjalanannya dari gerai es krim kecil di Manila hingga kini menjadi raksasa makanan cepat saji yang mengalahkan McDonald’s di Filipina. Inilah kisah suksesnya sebagai ikon kuliner nasional.
Awal Mula Jollibee: Dari Es Krim ke Fried Chicken
Jollibee, merek makanan cepat saji paling ikonik dari Filipina, memulai langkahnya bukan dari menu ayam goreng atau burger, melainkan dari sebuah gerai es krim sederhana di Manila pada tahun 1975. Pendiri Tony Tan Caktiong, saat itu baru berusia 22 tahun dan memulai bisnis dengan memanfaatkan tabungan keluarga.
Seiring waktu, pelanggan mulai meminta makanan yang lebih mengenyangkan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Tony mulai menawarkan burger dan ayam goreng, yang kemudian menjadi awal transformasi Jollibee menjadi merek fast food nasional.
Chickenjoy: Simbol Kelezatan Khas Filipina
Dari semua menu, Chickenjoy menjadi ikon yang melekat erat di hati masyarakat Filipina. Ayam goreng tepung ini dikenal karena teksturnya yang renyah di luar namun lembut dan juicy di dalam. Varian yang ditawarkan pun beragam, mulai dari original hingga spicy yang lebih pedas.
Tak hanya warga lokal, para wisatawan pun sering kali menyempatkan waktu untuk mencicipi Chickenjoy saat berkunjung ke Filipina.
Resep Keluarga dan Sentuhan Lokal
Kesuksesan tidak lepas dari pendekatannya yang memahami selera lokal. Menu seperti Jolly Spaghetti dengan rasa manis dan Peach Mango Pie menjadi pilihan favorit, terutama karena dikembangkan dari resep keluarga oleh saudara perempuan Tony.
Pendekatan inilah yang membuatnya terasa “dekat” di lidah dan hati masyarakat, sekalipun menunya bukan makanan tradisional Filipina.
Maskot Lebah dan Filosofi di Baliknya
Salah satu elemen ikonik dari Jollibee adalah maskot lebah berjubah merah yang memakai blazer, kemeja, dan topi koki. Inspirasi maskot ini datang dari Walt Disney, dengan tujuan membangun koneksi emosional dengan pelanggan.
Lebah dipilih karena merepresentasikan kerja keras, kebahagiaan, dan semangat komunitas. Nama “Jollibee” sendiri menyiratkan kegembiraan, sesuatu yang ingin dirasakan pelanggan saat menikmati makanannya.
Jollibee Mengalahkan McDonald’s di Negeri Sendiri
Saat McDonald’s mulai berekspansi ke Filipina pada tahun 1980, banyak yang mengira dia akan tersingkir. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Jollibee tetap unggul dan lebih disukai oleh masyarakat lokal karena berhasil mengadaptasi selera konsumen secara tepat.
Hingga kini,dia masih menjadi pemimpin pasar fast food di Filipina, dan statusnya sebagai “McDonald’s-nya Filipina” pun terasa semakin kuat.
Kepemimpinan Tony Tan Caktiong: Kombinasi Visi dan Kerendahan Hati
Kesuksesannya juga tidak terlepas dari figur Tony Tan Caktiong yang membangun bisnisnya dengan prinsip kuat namun tetap rendah hati. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, dengan ayah yang bekerja sebagai koki di biara Buddha. Pemahaman Tony terhadap makanan dan bisnis kuliner terbentuk sejak muda.
Dalam wawancara bersama Esquire Philippines, Tony menyebut bahwa kesalahan adalah bagian dari proses sukses.
“Kamu harus berbuat kesalahan. Di situlah kamu belajar,” ungkapnya.
Jollibee Hari Ini: Ikon Kuliner Global
Hingga tahun 2024, lebih dari 1.600 gerai Jollibee telah beroperasi di 17 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Arab Saudi, dan lainnya. Nilai perusahaannya saat ini mencapai lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp82,8 triliun.
Dari sebuah gerai es krim sederhana, Jollibee kini berdiri sebagai ikon kebanggaan nasional Filipina dan pemain global di industri makanan cepat saji.
[…] Baca Juga: Siapa Sangka, Jollibee Dulu Hanya Jualan Es Krim […]